Blog yang Mampu Menghasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Blog yang Mampu Menghasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Blog yang Mampu Menghasilkan Jutaan Rupiah per Bulan

Blog bisa dijadikan sumber penghasilan.

Masih banyak orang yang tidak percaya dengan fakta ini.

Oleh karena itu, kali ini saya ingin menunjukkan kepada anda secara LIVE bagaimana cara membuat blog dalam niche tertentu yang mampu menghasilkan jutaan Rupiah per bulan.

Semuanya akan saya buka secara transparan.

Mulai dari proses persiapan, pembuatan blog, strategi konten, sampai teknik-teknik promosinya.

Blog yang dijadikan studi kasus:

Di bulan Desember lalu saya punya waktu luang, jadi waktu itu saya punya ide untuk membuat sebuah blog studi kasus untuk pembaca PIM.

Saya akan menerapkan semua yang saya ajarkan di blog tersebut.

Kemudian hasilnya saya bagikan secara transparan.

Rencananya sih begitu…

Tapi kenyataannya, mulai bulan Januari lalu ternyata saya sibuk dengan urusan-urusan lain sehingga tidak sempat fokus.

Akhirnya blog tersebut saya abaikan.

Sekarang, yang mengurus blognya adalah salah satu asisten saya. Dia yang membantu saya mengelola konten dan melakukan promosi.

Saya cuma ngintip sesekali sambil memberikan saran.

Dengan kata lain, blog ini sifatnya seperti “autopilot”, bisa berjalan sendiri sambil menghasilkan uang meskipun tidak saya awasi.

Tapi perkembangannya juga jadi lambat.

Berikut status blog studi kasus kita saat ini:

  • Diluncurkan tanggal 7 Desember
  • (Berarti sekarang umurnya 4 bulan)
  • Jumlah pengunjung: sekitar 1500 per hari
  • Jumlah subscriber: 448
  • Jumlah post: 28 artikel (2x per minggu)
  • Pendapatan: $60 per bulan
  • Sumber pendapatan: Amazon & AdSense

Ini screenshot Google Analytics sejak hari pertama sampai saat ini:

Mengenai pendapatan, blog ini baru dimonetisasi selama 1 bulan.

Selain Amazon, ada juga $1-2 per hari dari AdSense.

Oh ya, satu hal lagi:

Terakhir kali saya “main” AdSense dan Amazon sekitar 5-6 tahun yang lalu…setelah itu berhenti total.

Jadi saya juga sekarang sedang belajar lagi.

Kalau ada yang punya tips terkait AdSense dan Amazon untuk saya, jangan malu-malu, bisa dibagikan lewat komentar di bawah.

Apa yang akan kita lakukan di seri panduan ini?

Mulai saat ini, selama beberapa periode (minggu/bulan) ke depan saya akan menerbitkan update baru tentang kondisi terbaru blog ini.

Bukan hanya itu:

Saya juga akan buka-bukaan apa saja yang saya lakukan terhadap blog ini.

(selain nama & niche)

Tujuannya supaya anda bisa meniru cara membuat blog yang mampu menjadi sumber penghasilan.

Itulah kenapa seri panduan ini dibuat.

Di episode pertama ini, saya akan membahas bagaimana cara membuat websitenya dari nol sampai siap diluncurkan.

Mari kita mulai.

1. Mencari niche yang tepat untuk blog kita

Ini tahapan pertama dan paling penting karena niche akan menentukan seberapa besar potensi blog anda.

Tahapannya

Silahkan baca panduan tersebut dulu kalau belum.

Setelah itu mari kita bahas yang lebih spesifik untuk kasus ini.

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan:

Pertama, kalau anda berencana tidak menulis sendiri (menggunakan jasa penulis) tidak usah terlalu fokus dengan minat dan kemampuan anda sendiri.

Yang penting menurut anda tidak membosankan.

Karena kalau anda merasa nichenya membosankan, maka nanti mengurus blognya juga akan jadi membosankan.

Yang kedua, pilih topik yang tidak terlalu sempit.

Ini sempat populer di sekitar tahun 2012 ke belakang, istilahnya Micro Niche Site. Memilih niche yang sangat kecil supaya saingannya juga kecil.

Jangan seperti itu.

Niche yang sempit duitnya juga kecil, karena peminatnya sedikit.

Pilih niche yang cukup besar, kemudian lakukan diferensiasi supaya blog anda punya daya saing.

Ketiga, yang satu ini tidak wajib, tapi kalau bisa pilih niche yang menarik untuk di-share ke social media dan punya gambar/foto yang indah.

Alasannya karena social media akan jadi tempat promosi utama.

Kalau performa niche anda tidak bagus di social media, maka akan butuh waktu lebih lama. Tidak sulit sebetulnya, karena hampir semua niche populer pasti menarik di social media.

Tapi sekali lagi, tidak wajib.

Ini beberapa bidang industri yang populer di internet sebagai bahan untuk pertimbangan anda:

  1. Bisnis dan marketing
  2. Karir
  3. Edukasi dan sains
  4. Teknologi
  5. Olahraga/aktivitas fisik
  6. Psikologi
  7. Fitness
  8. Kesehatan
  9. Rumah dan keluarga
  10. DIY, seni, dan kreasi
  11. Pengembangan diri
  12. Gaming
  13. Politik dan sosial
  14. Berkebun
  15. Hewan dan peliharaan
  16. Fotografi
  17. Masakan, makanan, dan minuman
  18. Desain
  19. Fashion
  20. Travel
  21. Kecantikan
  22. Properti dan perumahan
  23. Kendaraan
  24. Keuangan
  25. Mainan
  26. Kegiatan outdoor (hiking, mendaki gunung, dsb.)
  27. Relationship (pacar, teman, keluarga)

(Ingat, ini industri, bukan niche. Niche anda sebaiknya lebih spesifik lagi)

Sekali lagi

2. Mencari keyword dan membuat strategi keyword

Panduan di atas sebetulnya sudah cukup.

Tapi caranya akan sedikit kita modifikasi sesuai kebutuhan.

Mencari topik dan keyword primer

Topik primer itu topik yang paling pertama dicari oleh semua pemula dalam suatu niche. Topik yang semua orang mesti tau.

Ikuti langkah-langkah berikut:

Yang pertama anda lakukan adalah mencari sub kategori.

Misal nichenya “fitness”.

Di dalam niche tersebut tentu masih ada turunan-turunannya lagi.

Contohnya:

  • Program latihan
  • Nutrisi
  • Suplemen
  • Motivasi
  • Kesehatan, dan sebagainya

Kemudian, cari apa topik pembahasan utama dari setiap sub kategori.

Contoh untuk sub kategori nutrisi:

“cara menghitung kebutuhan kalori”, “pola diet untuk menambah massa otot”, “daftar makanan berprotein tinggi”, dan sebagainya.

Intinya cari informasi yang dibutuhkan oleh semua pemula.

Bayangkan kalau anda baru tertarik dengan topik tersebut, apa hal-hal pertama yang perlu anda ketahui? Itulah topik primer.

Jangan terburu-buru.

Luangkan waktu 2-3 jam sambil browsing blog dengan kategori yang sama.

Lalu ubah topiknya ke versi sederhana.

Maksudnya seperti ini:

Bayangkan kalau anda mau mencari informasi tersebut di Google, apa yang akan anda tulis. Misalnya “makanan protein tinggi”, atau “menghitung kalori”.

Selanjutnya, masuk ke Google Keyword Planner.

Masukkan versi sederhana dari topik tersebut ke GKP satu per satu.

Kemudian catat yang “Monthly Search Volume”-nya tinggi:

Catat ke Microsoft Excel, Google Sheets, atau Notepad.

(Saya pakai Google Sheets supaya bisa diakses oleh asisten)

Setelah selesai, kita lanjut ke tahap berikutnya.

Mencari topik dan keyword sekunder

Seperti yang sudah kita bahas di atas, topik primer itu yang paling mendasar dan dibutuhkan oleh para pemula.

Menempatkan Kata Kunci,mengolah kata kunci,kata kunci artikel, kata kunci pada artikel, menaruh kata kunci pada artikel,tehnik kata kunci artikel
riset kata kunci

Topik-topik primer biasanya populer.

Tapi jumlahnya tidak banyak, persaingannya juga biasanya tinggi.

Maka dari itu, kita perlu mencari topik sekunder yang lebih bervariasi dan persaingannya lebih rendah.

Ini caranya:

Pertama, cari sekitar 10 blog atau lebih dengan niche yang sama dengan calon blog anda.

Gunakan Google.

Masukkan satu per satu keyword primer anda di Google. Lalu akan muncul blog-blog dengan niche tersebut, seperti ini:

Strategi Mendapatkan Followers dan Like di Instagram, Twitter, dan Facebook

Strategi Mendapatkan Followers dan Like di Instagram, Twitter, dan Facebook

Strategi Mendapatkan Followers dan Like di Instagram, Twitter, dan Facebook

Anda pasti pernah melihat orang/perusahaan yang aktif di Instagram, Twitter, atau Facebook dan punya banyak follower.

Setiap kali membuat post baru, puluhan ribu like. Gila.

Lalu anda merasa kagum dengan mereka, sehingga anda juga ingin mendapatkan banyak follower.

Sekarang memang jamannya seperti itu. Semakin banyak jumlah follower-nya, semakin bangga pula rasanya.

Tapi bukan hanya kebanggaan…

…meskipun untuk hepi-hepi atau tujuan bisnis, memiliki banyak follower di social media bisa memberikan 3 manfaat besar:

  1. Otoritas – kita dipercaya sebagai orang yang ahli
  2. Pengaruh – ide yang kita tanamkan menyebar luas
  3. Penjualan – jelas, banyak orang = banyak pembeli

Pertanyaannya, caranya gimana biar banyak follower?

Padahal sudah buat banyak post yang bagus, lucu, menarik, tapi tiap hari cuma bertambah 1-2 followers.

Dalam artikel ini, anda akan mempelajari 50 hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk mendapatkan follower di Instagram, Twitter, dan like di Facebook.

Dan semuanya sudah terbukti.

Di artikel ini ada lebih dari 60 tips untuk 3 social media: Twitter, Facebook, dan Instagram. Silahkan gunakan filter di bawah untuk memunculkan tips dalam kategori yang anda inginkan saja, supaya tidak terlalu banyak.

Perlihatkan hanya tips yang berlaku di:

Perlihatkan hanya tips dalam kategori:

No items were found matching the selected filters

Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda supaya laris manis

Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda supaya laris manis

Strategi Pemasaran di Media Sosial untuk Membangun Brand Bisnis Anda supaya laris manis

aya akan katakan secara terang-terangan:

Social media itu sarana pemasaran yang terlalu dibesar-besarkan.

Coba lihat statistiknya, sepertinya luar biasa…

…tahun 2015 ada 38 juta pengguna internet di Indonesia, 79% di antaranya aktif menggunakan social media minimal sekali sebulan.

Banyak kan?

Tapi dalam prakteknya tidak demikian.

Sebagian besar orang yang melakukan social media marketing menyerah dalam hitungan bulan. Karena tidak ada hasil positif yang mereka dapatkan ke bisnisnya.

Gagal.

Tunggu dulu…saya luruskan sebelum pada protes.

Social media marketing itu tidak jelek. Banyak orang yang gagal karena memang sangat mudah untuk terjebak di jalur yang salah ketika memanfaatkan social media.

Hanya ini yang biasanya dilakukan (dan diajarkan):

  • Buat akun, hiasi dengan foto & lengkapi profilnya
  • Buat post yang menarik untuk mendapatkan like/retweet

Itu saja tidak cukup. Sangat tidak cukup.

Agar upaya  yang anda lakukan tidak sia-sia silahkan lanjutkan membaca. Dalam panduan ini anda akan mempelajari seperti apa strategi pemasaran social media yang sesungguhnya.

1. Tentukan SATU social media utama

Satu, tidak lebih.

Mengapa cuma satu? Bukannya lebih banyak lebih bagus?

Memang betul. Idealnya semakin banyak kita muncul di hadapan orang lain, akan semakin cepat kita dikenal.

Tapi ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan:

  1. Waktu
  2. Biaya
  3. Tenaga manusia
  4. Ilmu

Kalau anda tidak punya masalah dengan keempatnya, silahkan pilih lebih dari 1.

Social media marketing itu tidak sederhana. Bukan cuma sekedar posting tweet yang lucu atau upload gambar meme. Dan yang terpenting, tidak diotomatiskan dari social media A ke B.

Anda akan sadar alasannya dalam bab 2.

Intinya, anda sebagai pemain baru tidak akan bisa langsung aktif di banyak social media sekaligus. Ini justru akan berdampak buruk.

Karena itu, pilih social media berdasarkan:

  • Ukuran: lebih besar lebih baik, tapi belum tentu
  • Audiens: dimana mayoritas orang-orang yang anda targetkan
  • Konten: tempat yang efektif untuk video, gambar/foto, teks tidak sama

Mari kita bahas satu per satu.

Ini grafik penggunaan social media di Indonesia dari

Facebook menempati posisi tertinggi sebagai social media dengan jumlah pengguna terbanyak, disusul oleh Twitter.

Lebih lanjut, grafik berikut adalah grafik penggunaan social media di Indonesia berdasarkan rentang umur

Dari 2 grafik ini, terlihat bahwa Facebook merupakan social media yang paling superior dibandingkan beberapa saingan yang lain.

Apakah ini artinya Facebook paling bagus?

Bisa jadi…tapi belum tentu.

Ukuran dan umur memang 2 faktor utama dalam menentukan social media untuk keperluan pemasaran. Dalam hal ini, Facebook dan Twitter lebih unggul.

Tapi ini masih dipengaruhi lagi oleh audiens dan industri anda.

Untuk semakin memastikan pilihan anda, mari kita lihat karakteristik dari masing-masing social media:

Gunakan Facebook kalau:

Anda tidak ingin ambil pusing.

Hampir semua orang ada di Facebook dalam berbagai minat dan usia. Kemungkinan besar target pasar anda juga ada di Facebook.

Tetapi karena volume yang sangat besar, Facebook punya filter yang ketat. Secara organik, hanya kurang dari 1% dari orang yang mengikuti Page anda akan berinteraksi.

Maka dari itu, anda mungkin akan sangat mengandalkan iklan.

Selain itu, jenis konten di Facebook lebih beragam. Ada banyak pilihan mulai dari sekedar teks, gambar, video, dan link. Kalau anda memanfaatkan Facebook, ada baiknya anda tidak fokus hanya di salah satu jenis.

Terakhir. Frekuensi konten di Facebook rendah, tapi kualitasnya harus tinggi.

Gunakan Twitter kalau:

Target pasar anda berusia muda.

Seperti grafik di atas, Twitter lebih populer di golongan usia 18-35 tahun. Lebih dari itu, sangat jarang yang menggunakan Twitter.

(Tetapi golongan usia semakin lama akan semakin merata)

Di satu sisi, pengguna Twitter Indonesia lebih tertarik dengan konten-konten singkat dan bersifat santai. Di sisi lain, banyak pula pengguna Twitter yang lebih suka dengan link ke website.

Jadi, lihat kembali apa yang anda pasarkan dan seperti apa konten anda.

Kalau apa yang anda promosikan bisa dikonsumsi dalam 140 huruf atau bisa menarik orang lain untuk mengunjungi website anda, gunakan Twitter.

Karena tidak ada filter, menjangkau follower di Twitter lebih mudah dibandingkan Facebook. Maka dari itu, frekuensi konten di Twitter sebaiknya lebih tinggi daripada Facebook.

Gunakan Instagram kalau:

Apa yang anda pasarkan bisa disajikan dalam foto yang indah.

Kalau anda tidak bisa menyediakan foto yang indah atau kalau sesuatu yang anda pasarkan tidak mampu dijadikan foto, jangan gunakan Instagram.

Golongan usia di Instagram juga saat ini lebih rendah. Berdasarkan grafik di atas, pengguna Instagram di Indonesia yang berusia lebih dari 45 tahun hampir tidak ada.

Instagram mudah untuk dikelola bersama Facebook atau Twitter.

Ini karena konten di Instagram sebagian besar hanya berupa gambar. Gambar yang anda upload di Instagram bisa digunakan kembali untuk konten di Facebook atau Twitter.

Selain itu, tingkat interaksi oleh follower di Instagram jauh lebih tinggi.

Gunakan Google+ kalau:

Anda punya konten di website dan ingin mendapatkan peringkat tinggi di Google.

Yang unik dari Google+, ketika follower anda menggunakan Google Search maka hasil pencarian dari orang-orang yang mereka follow akan mendapatkan peringkat lebih tinggi.

Jadi meskipun Google+ tidak ramai, tapi masih layak untuk dipakai.

Dalam beberapa industri, ada komunitas di Google+ yang jauh lebih aktif daripada Facebook. Sebaiknya anda coba mencari komunitas ini, kalau ada.

Gunakan LinkedIn kalau:

Anda adalah B2B, bisnis ke bisnis. Bukan B2C, bisnis ke konsumen.

Dengan kata lain, gunakan LinkedIn kalau target pasar anda adalah bisnis, bukan perorangan. Ini karena LinkedIn dipenuhi oleh para profesional dan pemilik bisnis.

2. Tetapkan kepribadian yang anda gunakan

Kalau anda mengikuti beberapa akun brand di social media, akan pasti sadar bahwa kepribadian dari akun-akun tersebut berbeda.

Ada yang santai:

ada yang serius

Tidak ada yang salah, keduanya bagus. Tapi ada 2 hal yang harus diperhatikan:

  • Mana yang mencerminkan bisnis anda
  • Mana yang tepat untuk audiens anda

Terutama karena di Indonesia kita punya bahasa baku dan bahasa pergaulan. Pastikan anda memilih yang tepat, dan gunakan secara konsisten.

Kalau target pasar anda berusia dewasa, akan aneh kalau menggunakan bahasa yang terlalu santai.

Oh ya, ‘serius’ bukan berarti ‘kaku’.

Kata-kata yang anda gunakan di social media akan mencerminkan bisnis anda. Tidak ada yang suka berteman dengan orang yang bicaranya kaku seperti robot.

Ini beberapa kepribadian yang harus anda tentukan di awal:

Untuk memilih kepribadian mana yang sebaiknya anda gunakan, jawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Kalau brand anda adalah manusia, seperti apa kepribadiannya?
  2. Seperti apa karakter dan gaya bicara dari audiens anda?
  3. Seperti apa hubungan yang ingin anda bangun dengan mereka?
  4. Apa tujuan konten anda? Kepribadian apa yang tepat untuk konten tersebut?
  5. Kesan apa yang ingin anda peroleh dari orang lain?

3. Strategi konten untuk social media

Inilah bagian terpenting dalam social media marketing.

Tanpa memiliki konten yang menarik, semua hal yang anda lakukan di social media akan percuma.

Ada banyak hal yang bisa dibahas mengenai konten. Lebih spesifik untuk masing-masing social media akan dibahas dalam bab selanjutnya.

Untuk sekarang, kita akan bahas konsep dasarnya.

Marketing business sales
Marketing business sales

Kesuksesan dalam social media marketing ditentukan oleh 3 hal:

  1. Kualitas konten
  2. Pemilihan waktu posting
  3. Frekuensi posting

Meskipun kualitasnya tinggi, tapi kalau anda salah dalam memilih waktu maka hasilnya akan kurang maksimal. Demikian pula untuk frekuensi/jumlah.

Tidak hanya itu…

…kita sudah mengenal beberapa jenis konten: teks, link, gambar, dan video.

Ternyata tidak semua jenis konten tersebut akan mendapatkan jumlah interaksi yang sama. Konten jenis tertentu akan mendapatkan lebih banyak like/share/retweet.

 

Tips Berjualan di Shopee Agar Banjir Order

Tips Berjualan di Shopee Agar Banjir Order

Tips Berjualan di Shopee Agar Banjir Order, berjualan di shopee, cara berjualan di shopee, cara berjualan di shopee agar laku keras, shopee, tips berjualan di shopee, tips berjualan di shopee agar laku keras, tips dan trik berjualan di shopee, trik berjualan di shopee

Tips Berjualan di Shopee –  Jual-beli online sudah menjadi hal lumrah. Apalagi, banyak marketplace-marketplace yang menjamur di Indonesia. Shopee misalnya. Namun, masih banyak yang bingung agar bisa laris berjualan di Shopee. Bagaimana sih caranya agar berjualan di Shopee atau marketplace-marketplace lain agar bisa laku keras? Kenapa sih harus berjualan online?

Baca Juga : Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee

Berjualan online sudah kian digemari masyarakat Indonesia. Bahkan, di Amerika, derasnya laju jual-beli online dapat menggulung tikar beberapa mall-mall di sana. Maklum, harga sewa lapak di sebuah mall tentu sangat mahal, sedangkan berjualan online, dengan tanpa modal pun sudah bisa jalan. Antusiasme masyarakat dalam bertransaksi jual-beli online dipicu oleh aktivitas online masyarakat Indonesia yang kian hari kian meningkat. Lihat saja, jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahunnya meningkat tajam. Singkatnya, pasar online memang begitu menggiurkan. Dan anda bisa menggaet pasar anda melalui marketplace-marketplace yang tersedia seperti Shopee.

Baca Juga : Cara Daftar Gratis Ongkir Shopee

Sebenarnya, ada banyak tips untuk berjualan di marketplace-marketplace, termasuk tips berjualan di Shopee yang dapat anda manfaatkan agar dagangan anda bisa laku keras. Berikut akan meringkat beberapa tips berjualan di Shopee untuk anda agar dagangan anda bisa laku keras.

  1. Buatlah Foto Produk Anda Semenarik Mungkin

Hal pertama yang harus anda perhatikan dalam berjualan di Shopee ataupun berjualan online secara umum adalah foto produk anda. Foto produk adalah senjata utama bagi para penjual. Buatlah foto produk anda semenarik mungkin. Sebab, jika dalam percintaan semboyannya “dari mata turun ke hati”, maka dalam jual-beli online adalah “dari foto turun ke hati, turun lagi ke dompet”. Foto produk ibarat produk-produk yang sedang anda pajang di toko anda. Bayangkan jika produk-produk yang anda pajang di toko anda adalah produk yang jelek? Tentu orang yang lewat dan melirik toko anda tidak akan mampir ke toko anda bukan? Begitu juga dengan foto produk. Maka, usahakanlah agar foto produk anda bisa semenarik mungkin. Jika anda berjualan hijab misalnya, anda bisa menggunakan model agar foto tampak profesional dan dengan begitu, foto anda pun tampak profesional. Atau, anda juga bisa memotret produk anda dengan menggunakan foto konsep semisal memfoto produk hijab anda dengan menggunakan background tertentu.

2. Buatlah Deskripsi Produk yang Jelas

Setelah melihat foto produk, para pembeli biasanya akan melihat (baca; membaca) deskripsi produk. Deskripsi produk ini juga sangat menentukan dalam berjualan. Dalam dunia marketing, ada yang menyebut deskripsi produk adalah copywriting, sebuah penjelasan tentang produk dan ajakan agar pembeli tertarik untuk membeli produk anda. Bahkan, banyak internet marketer yang menawarkan pelatihan copywriting dengan harga yang melangit. Hal ini menunjukkan, betapa pentingnya copywriting atau deskripsi produk anda. Bayangkan jika anda mempunyai toko dan ada orang yang melihat-lihat produk di toko anda, tapi penjaga toko hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan calon pembeli sama sekali. Apakah pembeli akan tertarik untuk membeli produk anda? Tentu tidak. Sebab biasanya, ketika calon pembeli sudah tertarik ketika melihat produk anda (baca; foto produk), yang menjadi pertanyaan di benaknya adalah tetang deskripsi produk. Harganya berapa, bahannya terbuat dari apa, ukurannya berapa, dan lain sebagainya. Jadi, buatlah deskripsi produk semenarik mungkin agar para calon pembeli mau membeli produk anda.

3. Tawarkan Harga Terbaik pada Para Calon Pembeli

Siapa sih yang tidak suka diskon? Pembeli mana sih yang tidak tertarik untuk membeli sebuah produk dengan harga miring? Apalagi jika ia sedang membutuhkannya. Di marketplace-marketplace, termasuk Shopee, para pembeli dapat dengan mudah bisa membandingkan harga produk yang sejenis. Oleh karena itu, harga produk juga sangat menentukan akan laris atau tidaknya barang anda. Usahakan agar harga yang anda tawarkan ke para calon pembeli anda adalah harga yang terbaik, kalau bisa harga yang miring. Atau, anda juga bisa membuat diskon atau promo secara berkala. Tentu dengan harga yang menarik yang anda tawarkan, para calon pembeli anda tidak akan berpikir panjang untuk membeli produk anda.

4. Promosikan Produk Anda Secara Berkala

Punya produk, tapi tidak pernah dilihat orang? Mana mungkin ada pembeli. Padahal, sesuai semboyan “dari foto turun ke hati, turun lagi ke dompet”, tentu yang pertama-tama yang harus anda lakukan adalah “memperlihatkan” produk anda ke sebanyak-banyaknya orang. Di Shopee, anda disediakan fitur promosi dalam jangka waktu 4 jam sekali. Dalam 4 jam sekali, anda bisa menaikkan produk anda ke urutan paling atas dalam kategori produk anda agar semakin banyak orang yang melihat produk anda. Apabila semakin banyak orang yang melihat produk anda, tentu kemungkinan terjadinya penjualan juga semakin besar.

Selain menggunakan fitur “Naikkan Produk” di Shopee, anda juga bisa menggunakan akun media sosial anda untuk mempromosikan produk Shopee anda. Anda juga bisa menggunakan Facebook Ads apabila mempunyai sedikit budget untuk beriklan. Jika anda mempunyai website, anda bisa mengoptimasinya agar mendatangkan banyak trafik dan penjualan dari pengunjung website anda atau mengarahkannya ke toko Shopee anda agar semakin banyak pembeli di toko Shopee anda.

Nah, demikian adalah tips berjualan di Shopee yang dapat sajadah.co bagikan. Semoga tips berjualan di Shopee dari sajadah.co ini bermanfaat bagi anda dan dapat meningkatkan penjualan anda di Shopee.

Baca Juga ini ya …!!!

Cara Jualan di Shopee untuk Pemula
Cara Jualan di Shopee untuk Pemula

Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee

Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee – Halo, kawan-kawan sajadah.co sekalian. Kali ini sajadah.co akan menampilkan salah satu cerita atau pengalaman dari salah satu sahabat sajadah.co yang mengirimkan ceritanya ke redaksi sajadah.co. Kawan sajadah.co kali ini akan menceritakan sedikit pengalamannya tentang bagaimana ia memulai berjualan di Shopee menggunakan fasilitas free ongkir Shopee hingga lumayan sukses sampai sekarang.

Berikut ceritanya:

Saya sebenarnya masih terbilang pemain baru di Shopee. Produk yang saya jual pun sebenarnya juga sudah banyak dijual oleh pemain lainnya. Akan tetapi, setelah memberanikan diri, saya lumayan puas dengan hasil saya berjualan di Shopee.

Meski bisa dibilang Shopee adalah pemain baru di bidang marketplace, namun perkembangan Shopee bisa dibilang begitu cepat. Hal ini dikarenakan Shopee menawarkan free ongkir atau gratis ongkir hingga sekarang. Selain itu, Shopee juga menggabungkan fiturnya sebagaimana media sosial yang ada live chat. Jadi kita bisa chating langsung dengan para calon pembeli kita apabila mereka menanyakan tentang produk kita.

Kira-kira akhir 2016, saya baru mendengar Shopee. Awalnya saya hanya berjualan di Instagram sebagaimana para penjual online. Akan tetapi, beberapa dari para calon pembeli saya sering bertanya, kenapa nggak ditaruh di Shopee agar gratis ongkir alias free ongkir? Akhirnya, mau tidak mau, saya mulai mencari-cari informasi terkait program free ongkir Shopee ini. Mulai dari apa itu Shopee, bagaimana cara kerjanya, bagaimana sistemnya, hingga bagaimana cara mendaftar program free ongkir Shopee bagi para penjual.

Setelah saya mendapatkan semua informasi itu, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat akun di Shopee. Awalnya, bahkan, saya tidak bisa upload produk karena nggak tahu caranya. Hahaha

Namun, saya terus mencari informasi terkait hal itu. Akhirnya, saya pun bisa mengupload beberapa barang saya di Shopee. Oke, barang sudah terupload. Lalu saya mulai ikuti step step pendaftaran program free ongkir Shopee untuk pembeli.

Baca Juga Cara Mendaftar Free Ongkir Shopee untuk Penjual Di Sini : Cara Daftar Gratis Ongkir Shopee

Mulailah saya berjualan di Shopee. Awalnya, ya sebagaimana toko yang baru buka. Sepi. Seperti kuburan. Hahaha

Akan tetapi, sambil jalan, saya juga membandingkan dengan marketplace lain seperti Tokopedia, Bukapak, dan OLX. Karena saya juga memiliki akun di ketiga marketplace tersebut. Ternyata, apa hasilnya? Nol. Saya merasa frustasi dengan tiga marketplace itu. Di tengah rasa frustasi saya itulah, tiba-tiba ada yang memesan produk saya.

Dag dig dug deh. Hahaha

Dalam batin saya, bener nggak ya ini Shopee akan ngasih ongkir gratis? Bener nggak ya Shopee akan mengganti ongkir yang telah saya bayarkan? Akhirnya, berbekal sedikit nekat, saya pun mengemas barang pesanan pembeli saya dan mengirimkannya menggunakan JNE Reguler karena pembeli saya memilih JNE Reguler ketika memesan. Oh ya, sekarang Shopee sudah ketambahan satu jasa pengiriman lagi, yaitu Pos. Jika sebelumnya hanya ada JNE Oke dan JNE Reguler, Shopee sekarang juga menggandeng Pos untuk pengirimannya.

Oke, barang sudah saya kirim. Saya pun kemudian memasukkan resi ke Shopee. Tak selang beberapa lama, pendapatan saya di Shopee pun ternyata muncul. Dan ternyata, pendapatan saya itu sudah ditambahkan oleh Shopee dengan ongkos kirim yang telah saya bayarkan. Rasanya plooong.

Eits, tunggu dulu. Belum ploong sepenuhnya sih karena barang belum sampai. Kira-kira, tiga hari barang saya baru sampai. Dan, di hari ketiga itu pula pembeli saya memberikan penilaian untuk toko saya. Untungnya, pembeli pertama saya ini baik. Ia member nilai 5 semua untuk semua produk yang dibelinya. Legaa rasanya. Hahahaha

Naaah. Kebingungan berikutnya adalah…. Lalu, bagaimana cara saya mengambil uang di Shopee? Hahaha

Mulailah saya searching-searching. Dan akhirnya, mendapatkan sedikit informasi tentang bagaimana melakukan penarikan dana dari Shopee. Setelah itu, saya pun langsung menarik dana saya dari Shopee. Maklum, untuk diputer lagi. Hehehe

Lumayanlah yaa, untuk mengobati rasa frustasi saya. Lalu, seiring berjalannya waktu, mulailah sedikit demi sedikit para calon pembeli datang. Ada yang Cuma bertanya, ada yang bertanya kemudian beli, namun ada pula yang tanpa bertanya langsung memesan dan membayar ke pihak Shopee.

Baca Juga Tips dan Trik Berjualan Di Shopee agar Laku Keras Di Sini : Tips Berjualan Di Shopee Agar Laku Keras

Saya pun mulai sedikit kewalahan dengan dagangan saya. Sebab, selain berjualan di Shopee, saya juga berjualan di Intagram dan Facebook. Jadi saya harus selalu mengupdate stok saya di Shopee setiap barang saya laku di facebook atau Instagram. Maklum, usaha kecil menengah, barangnya belum diproduksi missal. Hehehe

Hingga sekarang, apabila dibandingkan dengan marketplace lain seperti Tokopedia, Bukalapak atau OLX, saya lebih suka berjualan di Shopee. Alasannya? Banyaaak.

Beberapa alasan saya kenapa memilih berjualan di Shopee adalah:

  1. Shopee menawarkan ongkos kirim gratis.

Lhaa ini yang dicari-cari para pembeli. Umumnya, kendala utama dalam jual-beli online adalah ongkos kirim. Bahkan, terkadang, ada yang ongkos kirimnya lebih mahal dari harga barangnya. Nah, Shopee dengan pandai menawarkan program free ongkir Shopee untuk para penjual. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan Shopee. Misalnya, yang akan mendapatkan free ongkir shopee adalah yang berbelanja Rp. 120.000 di satu toko. Meski terkadang Shopee juga mengurangi jumlah minimum pembelanjaan. Selain itu, program free ongkir Shopee ini sebenarnya juga nggak 100 % free ongkir sih. Sebab, Shopee hanya memberikan subsidi ongkir Rp. 30.000 untuk setiap pembelian sejumlah Rp. 120.000 di satu toko. Naah, bayangin kalau anda di Surabaya dan pembeli anda di Papua. Tentu ongkos kirimnya akan lebih dari Rp. 30.000. Dalam kasus seperti ini, maka pembeli lah yang akan menanggung sisa ongkos kirimnya, bukan penjual.

  1. Shopee menawarkan promosi secara berkala untuk 5 produk anda.

Nah, ini juga yang saya suka. Jadi, kalau anda berjualan di Shopee, anda bisa “menyundul” jualan anda agar berada di urutan paling atas dalam setiap kategori. Misal, jualan anda masuk dalam kategori pakaian muslim, maka setiap 4 jam sekali, anda bisa menyundul maksimal 5 produk anda agar berada di urutan paling atas kategori pakaian muslim. Dan fitur ini gratis pula.

  1. Penarikan dana di Shopee terhitung cepat.

Saya belum pernah melakukan penarikan dana di marketplace lain sih. Jadi tidak bisa membandingkannya dengan Shopee. Tapi, pengalaman saya di Shopee sih, ketika saya menarik dana pagi atau siang hari, sore hari dana itu sudah masuk rekening saya. Lumayan cepat bukan?

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Bagi yang ingin bertanya, silahkan tinggalkan komentar saja yaaa.

Salam sukses!

sumber sajadah(dot)co

Trick Berjualan di Shopee Agar Dapat Order Tiap hari

Trick Berjualan di Shopee Agar Dapat Order Tiap hari

Trick Berjualan di Shopee Agar Dapat Order Tiap hari,

Tips Berjualan di Shopee Agar Banjir Order, berjualan di shopee, cara berjualan di shopee, cara berjualan di shopee agar laku keras, shopee, tips berjualan di shopee, tips berjualan di shopee agar laku keras, tips dan trik berjualan di shopee, trik berjualan di shopee

Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee

Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee – Halo, kawan-kawan sajadah.co sekalian. Kali ini sajadah.co akan menampilkan salah satu cerita atau pengalaman dari salah satu sahabat sajadah.co yang mengirimkan ceritanya ke redaksi sajadah.co. Kawan sajadah.co kali ini akan menceritakan sedikit pengalamannya tentang bagaimana ia memulai berjualan di Shopee menggunakan fasilitas free ongkir Shopee hingga lumayan sukses sampai sekarang.

Berikut ceritanya:

Saya sebenarnya masih terbilang pemain baru di Shopee. Produk yang saya jual pun sebenarnya juga sudah banyak dijual oleh pemain lainnya. Akan tetapi, setelah memberanikan diri, saya lumayan puas dengan hasil saya berjualan di Shopee.

Meski bisa dibilang Shopee adalah pemain baru di bidang marketplace, namun perkembangan Shopee bisa dibilang begitu cepat. Hal ini dikarenakan Shopee menawarkan free ongkir atau gratis ongkir hingga sekarang. Selain itu, Shopee juga menggabungkan fiturnya sebagaimana media sosial yang ada live chat. Jadi kita bisa chating langsung dengan para calon pembeli kita apabila mereka menanyakan tentang produk kita.

Kira-kira akhir 2016, saya baru mendengar Shopee. Awalnya saya hanya berjualan di Instagram sebagaimana para penjual online. Akan tetapi, beberapa dari para calon pembeli saya sering bertanya, kenapa nggak ditaruh di Shopee agar gratis ongkir alias free ongkir? Akhirnya, mau tidak mau, saya mulai mencari-cari informasi terkait program free ongkir Shopee ini. Mulai dari apa itu Shopee, bagaimana cara kerjanya, bagaimana sistemnya, hingga bagaimana cara mendaftar program free ongkir Shopee bagi para penjual.

Setelah saya mendapatkan semua informasi itu, akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat akun di Shopee. Awalnya, bahkan, saya tidak bisa upload produk karena nggak tahu caranya. Hahaha

Namun, saya terus mencari informasi terkait hal itu. Akhirnya, saya pun bisa mengupload beberapa barang saya di Shopee. Oke, barang sudah terupload. Lalu saya mulai ikuti step step pendaftaran program free ongkir Shopee untuk pembeli.

Baca Juga Cara Mendaftar Free Ongkir Shopee untuk Penjual Di Sini : Cara Daftar Gratis Ongkir Shopee

Mulailah saya berjualan di Shopee. Awalnya, ya sebagaimana toko yang baru buka. Sepi. Seperti kuburan. Hahaha

Akan tetapi, sambil jalan, saya juga membandingkan dengan marketplace lain seperti Tokopedia, Bukapak, dan OLX. Karena saya juga memiliki akun di ketiga marketplace tersebut. Ternyata, apa hasilnya? Nol. Saya merasa frustasi dengan tiga marketplace itu. Di tengah rasa frustasi saya itulah, tiba-tiba ada yang memesan produk saya.

Dag dig dug deh. Hahaha

Dalam batin saya, bener nggak ya ini Shopee akan ngasih ongkir gratis? Bener nggak ya Shopee akan mengganti ongkir yang telah saya bayarkan? Akhirnya, berbekal sedikit nekat, saya pun mengemas barang pesanan pembeli saya dan mengirimkannya menggunakan JNE Reguler karena pembeli saya memilih JNE Reguler ketika memesan. Oh ya, sekarang Shopee sudah ketambahan satu jasa pengiriman lagi, yaitu Pos. Jika sebelumnya hanya ada JNE Oke dan JNE Reguler, Shopee sekarang juga menggandeng Pos untuk pengirimannya.

Oke, barang sudah saya kirim. Saya pun kemudian memasukkan resi ke Shopee. Tak selang beberapa lama, pendapatan saya di Shopee pun ternyata muncul. Dan ternyata, pendapatan saya itu sudah ditambahkan oleh Shopee dengan ongkos kirim yang telah saya bayarkan. Rasanya plooong.

Eits, tunggu dulu. Belum ploong sepenuhnya sih karena barang belum sampai. Kira-kira, tiga hari barang saya baru sampai. Dan, di hari ketiga itu pula pembeli saya memberikan penilaian untuk toko saya. Untungnya, pembeli pertama saya ini baik. Ia member nilai 5 semua untuk semua produk yang dibelinya. Legaa rasanya. Hahahaha

Naaah. Kebingungan berikutnya adalah…. Lalu, bagaimana cara saya mengambil uang di Shopee? Hahaha

Mulailah saya searching-searching. Dan akhirnya, mendapatkan sedikit informasi tentang bagaimana melakukan penarikan dana dari Shopee. Setelah itu, saya pun langsung menarik dana saya dari Shopee. Maklum, untuk diputer lagi. Hehehe

Lumayanlah yaa, untuk mengobati rasa frustasi saya. Lalu, seiring berjalannya waktu, mulailah sedikit demi sedikit para calon pembeli datang. Ada yang Cuma bertanya, ada yang bertanya kemudian beli, namun ada pula yang tanpa bertanya langsung memesan dan membayar ke pihak Shopee.

Baca Juga Tips dan Trik Berjualan Di Shopee agar Laku Keras Di Sini : Tips Berjualan Di Shopee Agar Laku Keras

Saya pun mulai sedikit kewalahan dengan dagangan saya. Sebab, selain berjualan di Shopee, saya juga berjualan di Intagram dan Facebook. Jadi saya harus selalu mengupdate stok saya di Shopee setiap barang saya laku di facebook atau Instagram. Maklum, usaha kecil menengah, barangnya belum diproduksi missal. Hehehe

Hingga sekarang, apabila dibandingkan dengan marketplace lain seperti Tokopedia, Bukalapak atau OLX, saya lebih suka berjualan di Shopee. Alasannya? Banyaaak.

Beberapa alasan saya kenapa memilih berjualan di Shopee adalah:

  1. Shopee menawarkan ongkos kirim gratis.

Lhaa ini yang dicari-cari para pembeli. Umumnya, kendala utama dalam jual-beli online adalah ongkos kirim. Bahkan, terkadang, ada yang ongkos kirimnya lebih mahal dari harga barangnya. Nah, Shopee dengan pandai menawarkan program free ongkir Shopee untuk para penjual. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan Shopee. Misalnya, yang akan mendapatkan free ongkir shopee adalah yang berbelanja Rp. 120.000 di satu toko. Meski terkadang Shopee juga mengurangi jumlah minimum pembelanjaan. Selain itu, program free ongkir Shopee ini sebenarnya juga nggak 100 % free ongkir sih. Sebab, Shopee hanya memberikan subsidi ongkir Rp. 30.000 untuk setiap pembelian sejumlah Rp. 120.000 di satu toko. Naah, bayangin kalau anda di Surabaya dan pembeli anda di Papua. Tentu ongkos kirimnya akan lebih dari Rp. 30.000. Dalam kasus seperti ini, maka pembeli lah yang akan menanggung sisa ongkos kirimnya, bukan penjual.

  1. Shopee menawarkan promosi secara berkala untuk 5 produk anda.

Nah, ini juga yang saya suka. Jadi, kalau anda berjualan di Shopee, anda bisa “menyundul” jualan anda agar berada di urutan paling atas dalam setiap kategori. Misal, jualan anda masuk dalam kategori pakaian muslim, maka setiap 4 jam sekali, anda bisa menyundul maksimal 5 produk anda agar berada di urutan paling atas kategori pakaian muslim. Dan fitur ini gratis pula.

  1. Penarikan dana di Shopee terhitung cepat.

Saya belum pernah melakukan penarikan dana di marketplace lain sih. Jadi tidak bisa membandingkannya dengan Shopee. Tapi, pengalaman saya di Shopee sih, ketika saya menarik dana pagi atau siang hari, sore hari dana itu sudah masuk rekening saya. Lumayan cepat bukan?

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Bagi yang ingin bertanya, silahkan tinggalkan komentar saja yaaa.

Salam sukses!

sumber sajadah(dot)co

Tips Berjualan di Shopee –  Jual-beli online sudah menjadi hal lumrah. Apalagi, banyak marketplace-marketplace yang menjamur di Indonesia. Shopee misalnya. Namun, masih banyak yang bingung agar bisa laris berjualan di Shopee. Bagaimana sih caranya agar berjualan di Shopee atau marketplace-marketplace lain agar bisa laku keras? Kenapa sih harus berjualan online?

Baca Juga : Pengalaman Berjualan di Shopee Menggunakan Free Ongkir Shopee

Berjualan online sudah kian digemari masyarakat Indonesia. Bahkan, di Amerika, derasnya laju jual-beli online dapat menggulung tikar beberapa mall-mall di sana. Maklum, harga sewa lapak di sebuah mall tentu sangat mahal, sedangkan berjualan online, dengan tanpa modal pun sudah bisa jalan. Antusiasme masyarakat dalam bertransaksi jual-beli online dipicu oleh aktivitas online masyarakat Indonesia yang kian hari kian meningkat. Lihat saja, jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahunnya meningkat tajam. Singkatnya, pasar online memang begitu menggiurkan. Dan anda bisa menggaet pasar anda melalui marketplace-marketplace yang tersedia seperti Shopee.

Baca Juga : Cara Daftar Gratis Ongkir Shopee

Sebenarnya, ada banyak tips untuk berjualan di marketplace-marketplace, termasuk tips berjualan di Shopee yang dapat anda manfaatkan agar dagangan anda bisa laku keras. Berikut akan meringkat beberapa tips berjualan di Shopee untuk anda agar dagangan anda bisa laku keras.

  1. Buatlah Foto Produk Anda Semenarik Mungkin

Hal pertama yang harus anda perhatikan dalam berjualan di Shopee ataupun berjualan online secara umum adalah foto produk anda. Foto produk adalah senjata utama bagi para penjual. Buatlah foto produk anda semenarik mungkin. Sebab, jika dalam percintaan semboyannya “dari mata turun ke hati”, maka dalam jual-beli online adalah “dari foto turun ke hati, turun lagi ke dompet”. Foto produk ibarat produk-produk yang sedang anda pajang di toko anda. Bayangkan jika produk-produk yang anda pajang di toko anda adalah produk yang jelek? Tentu orang yang lewat dan melirik toko anda tidak akan mampir ke toko anda bukan? Begitu juga dengan foto produk. Maka, usahakanlah agar foto produk anda bisa semenarik mungkin. Jika anda berjualan hijab misalnya, anda bisa menggunakan model agar foto tampak profesional dan dengan begitu, foto anda pun tampak profesional. Atau, anda juga bisa memotret produk anda dengan menggunakan foto konsep semisal memfoto produk hijab anda dengan menggunakan background tertentu.

2. Buatlah Deskripsi Produk yang Jelas

Setelah melihat foto produk, para pembeli biasanya akan melihat (baca; membaca) deskripsi produk. Deskripsi produk ini juga sangat menentukan dalam berjualan. Dalam dunia marketing, ada yang menyebut deskripsi produk adalah copywriting, sebuah penjelasan tentang produk dan ajakan agar pembeli tertarik untuk membeli produk anda. Bahkan, banyak internet marketer yang menawarkan pelatihan copywriting dengan harga yang melangit. Hal ini menunjukkan, betapa pentingnya copywriting atau deskripsi produk anda. Bayangkan jika anda mempunyai toko dan ada orang yang melihat-lihat produk di toko anda, tapi penjaga toko hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan calon pembeli sama sekali. Apakah pembeli akan tertarik untuk membeli produk anda? Tentu tidak. Sebab biasanya, ketika calon pembeli sudah tertarik ketika melihat produk anda (baca; foto produk), yang menjadi pertanyaan di benaknya adalah tetang deskripsi produk. Harganya berapa, bahannya terbuat dari apa, ukurannya berapa, dan lain sebagainya. Jadi, buatlah deskripsi produk semenarik mungkin agar para calon pembeli mau membeli produk anda.

3. Tawarkan Harga Terbaik pada Para Calon Pembeli

Siapa sih yang tidak suka diskon? Pembeli mana sih yang tidak tertarik untuk membeli sebuah produk dengan harga miring? Apalagi jika ia sedang membutuhkannya. Di marketplace-marketplace, termasuk Shopee, para pembeli dapat dengan mudah bisa membandingkan harga produk yang sejenis. Oleh karena itu, harga produk juga sangat menentukan akan laris atau tidaknya barang anda. Usahakan agar harga yang anda tawarkan ke para calon pembeli anda adalah harga yang terbaik, kalau bisa harga yang miring. Atau, anda juga bisa membuat diskon atau promo secara berkala. Tentu dengan harga yang menarik yang anda tawarkan, para calon pembeli anda tidak akan berpikir panjang untuk membeli produk anda.

4. Promosikan Produk Anda Secara Berkala

Punya produk, tapi tidak pernah dilihat orang? Mana mungkin ada pembeli. Padahal, sesuai semboyan “dari foto turun ke hati, turun lagi ke dompet”, tentu yang pertama-tama yang harus anda lakukan adalah “memperlihatkan” produk anda ke sebanyak-banyaknya orang. Di Shopee, anda disediakan fitur promosi dalam jangka waktu 4 jam sekali. Dalam 4 jam sekali, anda bisa menaikkan produk anda ke urutan paling atas dalam kategori produk anda agar semakin banyak orang yang melihat produk anda. Apabila semakin banyak orang yang melihat produk anda, tentu kemungkinan terjadinya penjualan juga semakin besar.

Selain menggunakan fitur “Naikkan Produk” di Shopee, anda juga bisa menggunakan akun media sosial anda untuk mempromosikan produk Shopee anda. Anda juga bisa menggunakan Facebook Ads apabila mempunyai sedikit budget untuk beriklan. Jika anda mempunyai website, anda bisa mengoptimasinya agar mendatangkan banyak trafik dan penjualan dari pengunjung website anda atau mengarahkannya ke toko Shopee anda agar semakin banyak pembeli di toko Shopee anda.

Nah, demikian adalah tips berjualan di Shopee yang dapat sajadah.co bagikan. Semoga tips berjualan di Shopee dari sajadah.co ini bermanfaat bagi anda dan dapat meningkatkan penjualan anda di Shopee.

Baca Juga ini ya …!!!

Cara Jualan di Shopee untuk Pemula
Cara Jualan di Shopee untuk Pemula

Trik Cara Jualan di Shopee untuk Pemula

Trik Cara Jualan di Shopee untuk Pemula

Cara Jualan di Shopee untuk Pemula beli di shopee, berjualan di shopee, cara berjualan di shopee agar laku keras, cara daftar free ongkir shopee, cara daftar gratis ongkir shopee, daftar free ongkir shopee, daftar gratis ongkir shopee, dompet shopee, free ongkir shopee, free ongkos kirim shopee, gratis ongkir shopee, gratis ongkos kirim shopee, ongkir shopee, ongkos kirim shopee, pembeli shopee, pengalaman berjualan di shopee, pengalaman jualan di shopee, pengalaman penjual shopee, shopee, tips berjualan di shopee, tips dan trik berjualan di shopee, trik berjualan di shopee Leave a comment

Apa situ Shopee? saya kira sebagian besar udah pada tau ya, kecuali yang jarang pake gadget plus ngga nonton tv atau anda yang ngga pernah keluar rumah hehe.. yaa karena shopee beriklan dimana-mana termasuk billboard. Nah kali ini saya mau sharing cara jualan di shopee untuk pemula. Oke saya ulang ya, cara jualan di shopee untuk pemula. Maksudnya biar para mastah ngga ngeledekin, kok materinya gini aja hihi..:)

Ngomong-ngomong belakangan ini cara berjualan di Shopee menjadi salah satu informasi yang banyak dicari pengguna internet khususnya bagi mereka yang memanfaatkan internet sebagai media pemasaran. Terlebih yang banyak nyari itu emak-emak yang jualan dari rumah. Ternyata hal ini didasari dari analisis sebagian ahli gaya hidup masyarakat Indonesia, yang menilai semakin banyaknya orang yang mengakses internet melalui perangkat mobile baik tablet maupun smartphone. Nah ini cocok banget dengan prinsip orang jualan, yaitu dimana banyak ikan disitu tebar umpan – dimana ada pasar disitu kita jualan.

Aplikasi Shopee merupakan sebuah aplikasi mobile yang mempermudah siapapun yang ingin menjual ataupun membeli berbagai produk langsung dari smartphone. Apalagi saat ini Shopee tidak hanya menjangkau produsen dan konsumen di Indonesia saja, akan tetapi juga telah sampai di Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Shopee mulai masuk di Indonesia pada sekitar Mei 2015 dan menjadi aplikasi mobile marketplace pertama dengan konsep C2C (konsumen ke konsumen).

Cara Jitu Jualan di Shopee untuk Pemula

Cara Jualan di Shopee untuk Pemula
Cara Jualan di Shopee untuk Pemula

Jika Dibandingkan dengan marketplace lain yang ada di indonesia saya kira Shopee memang lebih simple, dan lebih mudah dioperasikan kapan dan dimanapun, maka dari itu kalau Anda berencana memasarkan produk-produk melalui Shopee, berikut tahapan mulai berjualan di Shopee :

  1. Download aplikasi Shopee di ponsel Anda melalui playstore (untuk pengguna android dan app store untuk pengguna apple),
  2. Lakukan pendaftaran dengan mengisi data personal , data kontak seperti Nomor HP, e-mail, Pin BBM dan yang lainnya.
  3. Selanjutnya Anda akan masuk kehalaman profile Anda. Nah, disinilah Anda bisa memulai apakah akan berjualan atau berbelanja, terdapat fitur dan tab yang bisa memudahkan aktivitas jual-beli yang akan Anda lakukan.
  4. Bila Anda ingin menjual maka terdapat tab untuk menjual produk dan fitur share yang bisa Anda gunakan untuk menyebarkan produk yang akan Anda jual ke media sosial lainnya.
  5. Lalau Anda hanya perlu mengambil foto produk yang akan Anda jual melalui ponsel Anda, setelah itu tambahkan penjelasan produk serta harganya.
  6. Bila ada pembeli yang tertarik dengan produk Anda maka proses komunikasi dapat dilakukan melalui fitur “Chat”.

So buat saya waktu sekitar 30 detik untuk bisa berjualan dengan menggunakan aplikasi Shopee saya harap ngga akan jauh beda dengan waktu yang anda butuhkan.

Pada halaman awal Shopee terdapat sekitar 20 kategori produk yang tersedia seperti pakaian wanita, sepatu wanita, pakaian pria, aksesoris, kecantikan dan kesehatan, perlengkapan bayi, elektronik, otomotif, rumah, dan yang lainnya

Anda bisa memasukkan beberapa produk unggulan Anda dalam satu kategori, maupun dalam banyak kategori. Jadi Anda bisa menjual berbagai jenis barang pribadi Anda yang mungkin sudah tidak terpakai tapi masih layak pakai.Jadi produk yang Anda jual akan langsung masuk dalam kelompok yang sesuai dengan kategori-kategori tersebut.

Bila ada pembeli yang tertarik dengan produk Anda, maka proses tawar-menawar dapat secara langsung digunakan melalui fitur Chat, sehingga memudahkan proses penjualan, serta membuat Anda sebagai penjual bisa langsung berinteraksi dengan calon pelanggan Anda. Fitur chat juga berguna bagi Anda untuk bertukar nomor HP, karena kebanyakan member dari Shopee tidak mencantumkan nomor HP mereka karena terlalu privasi, namun akan memberikannya secara sukarela pada calon pembeli agar bisa lebih mudah dalam berkomunikasi nantinya.

Cara Jualan di Shopee untuk Pemula
Cara Jualan di Shopee untuk Pemula

Sistem keamanan bertransaksi di Shopee sangat baik, dimana Anda sebagai pihak penjual hanya akan menerima pembayaran dari pihak pembeli bila pesanan telah diterima oleh pembeli. Jadi terdapat sistem rekening bersama agar pihak penjual dan pembeli merasa aman dalam bertransaksi.

Aplikasi Shopee dapat memudahkan proses penjualan produk Anda dan memberikan jaminan keamanan dalam transaksi pembayaran tanpa memungut komisi penjualan ataupun biaya pendaftaran, jadi semuanya serba gratis dan serba mudah.

Jadi bagi Anda ingin menjual produk baik produk usaha maupun produk pribadi tapi tidak suka ribet dengan proses yang lama dan menginginkan sistem transaksi pembayaran yang aman bagi pembeli, maka Shopee akan menjadi aplikasi tambahan yang bermanfaat untuk Anda.

Shopee merupakan aplikasi yang membantu Anda untuk mengembangkan kewirausahaan, dimana Anda yang mungkin memiliki bakat untuk menghasilkan sebuah produk namun masih ragu untuk membuka toko online karena masih belum memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan sebuah online shop dapat menggunakan aplikasi Shopee untuk mempermudah memasarkan produk-produk Anda, sekaligus memberikan faslitas keamanan dalam transaksi keuangan.

Namun jangan lupa, bahwa shopee merupakan aplikasi tempat kita berjualan saja. Sebagus-bagusnya shopee yaa itu merupakan perusahaan orang lain yang kebijakannya bisa berubah sewaktu-waktu. Maka saya selalu tetap menyarankan agar anda memiliki website toko online sendiri untuk membangun kepercayaan konsumen bahwa anda memang benar-benar serius mengelola bisnis jualan anda.

Semoga penjelasan saya tentang Cara Jualan di Shopee untuk Pemula bisa bermanfaat, terutama bagi Anda yang berniat jualan online tapi belum punya website atau bagi yang sudah punya website tapi ingin mengembangkan target pasarnya.

Punya Website Toko Online Sendiri ini 6 Keuntungan

Punya Website Toko Online Sendiri ini 6 Keuntungan

Website Toko Online, Berbisnis online memang bisa dilakukan dengan modal yang minim. Namun jangan lantas Anda tidak memikirkan modal sama sekali ketika terjun ke dunia #bisnis online. Modal yang sudah Anda miliki bisa dialokasikan pada kebutuhan yang lain untuk meningkatkan dan mengembangkan bisnis online Anda menjadi lebih besar. Jika Anda sedang menjalankan bisnis jual beli online, mengeluarkan sedikit modal untuk menambah pemasukan dalam online shop pastinya bukanlah hal yang buruk.
Jika selama ini Anda berjualan dan menawarkan produk Anda lewat situs marketplace, tidak ada salahnya mencoba membuat website #toko online sendiri. Ada banyak keuntungan ketika Anda memiliki website toko online sendiri. Meskipun mungkin Anda sudah memiliki banyak lapak di berbagai marketplace, namun tidak ada salahnya membuat toko online sendiri untuk memperkuat branding terhadap produk Anda.

Berikut ini adalah beberapa keuntungan memiliki website toko online sendiri.
1. Lebih Profesional dan Lebih Terpercaya

Dengan memiliki sebuah website, produk Anda semakin terlihat lebih profesional dan mudah mendapatkan kepercayaan dari konsumen. Tujuan Anda dalam mengelola bisnis online yang sedang Anda kerjakan akan lebih terlihat dengan mempunyai website mandiri. Karena dengan selalu nebeng marketplace gratis, tidak akan bisa mengangkat brand produk Anda. Profesionalitas sebuah bisnis online mudah sekali terlihat dengan memaksimalkan sebuah website.

Artikel lain: 7 Cara Meningkatkan Trafik Pengunjung Toko Online

2. Keamanan Lebih Terjamin

Anda tidak akan pernah mengetahui seberapa lama sebuah marketplace bisa bertahan. Ada beberapa kasus tutup nya sebuah marketplace secara tiba – tiba. Tentunya ini bisa kita jadikan pelajaran untuk selalu mempersiapkan kemungkinan terburuk dalam sebuah bisnis. Tutupnya sebuah marketplace pasti sangat merugikan bagi para pengelola toko online yang ada di dalamnya.

Sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membangun etalase, namun tiba – tiba tutup. Dalam kasus seperti ini tentu memiliki sebuah website toko online sendiri jauh lebih aman karena yang menentukan adalah Anda sendiri.

3. Lebih Efektif dan Efisien Dalam Mengelola Produk

Anda bisa mengatur sendiri produk Anda tanpa ada yang ikut campur. Anda bisa memaksimalkan fasilitas – fasilitas yang ditawarkan dalam sebuah website yang Anda bangun. Pangsa pasar Anda akan jauh lebih tertarget dan terarah pada produk Anda sendiri. Prinsip efisiensi dan efektifitas bisa Anda terapkan dalam website toko online Anda.

manfaat memiliki website toko online

manfaat memiliki website toko online

4. Kontrol Penuh Terhadap Situs Toko Online

Jika Anda bergabung ke dalam marketplace, tentu banyak aturan yang harus Anda penuhi. Namun jika Anda memiliki website toko online sendiri, Anda lah yang mengatur semuanya. Mau memajang barang atau produk bebas kita sendiri yang menentukannya.

Bagaimana menampilkan produk, deskripsi maupun katalog dan harga, bebas bisa dilakukan karena ini adalah toko Anda sendiri. Dan hal ini tidak bisa kita dapatkan dari marketplace. Karena marketplace tentu tidak akan memberikan kebebasan dan keleluasaan yang lebih terhadap setiap etalase yang ada di dalamnya.

5. Laporan Keuangan Otomatis

Dengan memiliki website toko online sendiri, Anda tidak perlu berpikir untuk menyewa seorang akuntan. Karena perhitungan keuntungan bisa dilakukan oleh website toko online Anda sendiri. Sewaktu – waktu jika Anda ingin memeriksa laporan keuangan, itu bisa dilakukan bahkan hanya dengan satu klik saja. Fasilitas tersebut saat ini sudah satu paket dalam sebuah website toko online. Jadi bisa sangat praktis dan memudahkan Anda dalam melakukan cek keuangan secara rutin pada toko online Anda.

Baca juga: Tips Sederhana Meningkatkan Penjualan Toko Online Anda

6. Bisa Menentukan Nama Domain Sendiri

Dalam sebuah #website, nama domain adalah suatu yang sangat penting dan harus Anda perhitungkan dengan baik. Maka dari itu kebebasan dalam menentukan sebuah nama domain bisa menjadi kunci sukses Anda dalam berbisnis online. Karena jika Anda berjualan di marketplace, alamat etalase Anda tentu akan selalu diikuti dengan marketplace yang Anda tempati.

Contoh nya adalah www.marketplace.com/Tokoanda itu jika Anda berada dalam sebuah marketplace. Alamat tersebut tentu tidak berkesan profesional jika dibanding dengan www.Tokoanda.com. Alamat etalase Anda pada marketplace di atas hanya akan membuat etalase Anda berkesan amatiran, beda dengan alamat yang Anda miliki sendiri lewat domain pribadi.

Langkah cerdas memulai bisnis online dengan sistem dropship

Langkah cerdas memulai bisnis online dengan sistem dropship

Memulai Bisnis Online langsung laris manis
Cara Memulai Bisnis Online dngan Memulai bisnis online dengan sistem dropship tentu bukanlah hal baru di dalam dunia bisnis online. Namun, seringkali banyak orang yang seakan tak percaya bahwa memulai bisnis online dengan sistem dropship ternyata dapat memberikan hasil yang nyata. Terlebih lagi, sistem dropship juga menawarkan kemudahan bisnis tanpa modal dengan minim resiko.

Selain itu, Anda juga tidak perlu menyetok barang yang hendak dijual. Tentu hal ini menjadi satu kesempatan bisnis menarik yang tak pantas Anda lewatkan. Berikut ini langkah mudah cara memulai bisnis online dengan sistem dropship.

Cara Memulai Bisnis Online

Memulai bisnis online
Memulai bisnis online

1. Melakukan riset pasar mengenai produk yang hendak dijual

Langkah pertama, Anda perlu mengumpulkan beragam informasi mengenai pasar bisnis yang hendak Anda masuki. Sehingga Anda dapat dengan mudah memahami target market dari produk tersebut. Hal ini juga penting bagi Anda untuk memahami lebih detail terhadap kesulitan maupun kendala yang akan anda hadapi.

2. Menyelidiki alamat supplier yang hendak Anda percayai

Sebelum Anda memutuskan menjadi seorang dropshipper, alangkah baiknya untuk mengetahui kebenaran alamat supplier yang hendak Anda percayakan. Lakukan pengecekan terhadap nomor telepon dan alamat supplier tersebut. Jikalau memungkinkan, Anda dapat langsung mengunjungi alamat supplier tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penipuan. Selain itu, perhatikan respon pengunjung maupun pelanggan di toko online tersebut.

Cara Memulai Bisnis Dropship

3. Perhatikan syarat dropshipper yang diberlakukan di toko online tersebut

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui detail syarat dropshipper yang diberlakukan toko online tersebut. Dengan begitu, Anda dapat memutuskan apakah toko online tersebut layak untuk Anda jadikan sebagai supplier atau malah sebaliknya.

4. Cermat dalam memperhatikan produk yang dipaparkan supplier

Anda dapat memperhatikan supplier tersebut saat memaparkan pengetahuan tentang produknya kepada Anda. Apabila supplier tersebut tidak cukup paham mengenai produk yang dijualnya. Mungkin Anda perlu berhati – hati pada supplier tersebut. Pasalnya, setiap penjual tentu sangat wajib untuk memahami pengetahuan terkait produk yang dijualnya.

5. Bertanya lebih lanjut mengenai kesepakatan dengan supplier

Dalam berbisnis online, tentu banyak hal bisa terjadi. Untuk itu, tanyakan kembali kesempatan sedetail mungkin. Misalnya saja, bertanya tentang detail apabila terjadi kesalahan pengiriman atau kesepakatan sistem returnya. Selain itu, bicarakan juga mengenai ongkos kirim dan jasa ekspedisi apa yang digunakan.

Baca juga : 4 Produk Terlaris yang Menjadi Incaran Para Konsumen

Demikianlah paparan lengkap mengenai cara memulai bisnis online dengan sistem dropship untuk Anda. Semoga informasi yang kami sajikan dapat memberikan manfaat terbaik untuk Anda yang khususnya hendak memulai bisnis online dengan sistem dropship.

Bagaimana meningkatkan penjualan bisnis online kita dengan teknik sederhana

Bagaimana meningkatkan penjualan bisnis online kita dengan teknik sederhana

meningkatkan penjualan bisnis online

Ketika Toko Online ente dikalahkan oleh Tukang Bakso!
Yang punya Lapak di Marketplace atau punya Toko Online wajib baca ini, Bagaimana meningkatkan penjualan kita dengan cara simple…
Yes my friend, ini bukan sekedar headline yang ngejar viral. Ini kenyataan pahit yang dihadapi para pemilik toko online setiap hari.
Gue pernah membahas ini saat jadi pembicara untuk freelancer.com di 2014 kalo gak salah.

Sebelum makin bingung, gue akan kasih ilustrasi:
Dewi seorang pemilik toko online. Berjualan Jilbab unik, misalnya. Toko online Dewi didatangi seorang calon pembeli (sebut saja Bunga).
Bunga tertarik produk jilbab unik di Toko Dewi, dan memutuskan untuk membeli.
Saat Bunga hendak melakukan pembayaran… tiba-tiba…
Dok dok dok dok..

Tukang bakso langganan Bunga, lewat… Reflex bunga menutup browser, dan melompat keluar rumah…Baaaang Baksoo!
Bunga batal melakukan pembelian di toko Dewi. Saat dia membuka laptopnya lagi, dia browsing ke situs yang baru,
Apa namanya kalo teknologi keren yang ente punya, ternyata kalah sama kentongan tukang bakso.
Peristiwa diatas, akrab disebut dengan Cart Abandonment
CART ABANDONMENT

Cart abandonment adalah ketika shopper (calon pembeli) meninggalkan situs kita tanpa melakukan pembelian.
Jika kita memasang tracking ( seperti Google analytic misalnya) kita pasti sadar bahwa cart abandonment terjadi setiap hari di toko online kita.
Tenaaang… ente gak sendirian. Menurut Baymard Institute, cart abandonment dialami bahkan oleh perusahaan-perusahaan kelas kakap.
Menurut riset Baymard, pada situs-situs kelas kakap, hanya sekitar 30% shopper yang memutuskan langsung membeli. Sisanya 70% pergi meninggalkan situs tanpa beli.
Tetapi, Fakta yang lebih membikin ciut hati para pemilik toko online , adalah data dari AddRoll sebuah perusahaan Advertising Media:
Hanya 2% saja shopper yang melakukan pembelian saat kunjungan pertama ke situs kita. Sisanya, yang 98% pergi tanpa membeli.
Sumber: http://baymard.com/lists/cart-aband…

MENGAPA CALON PELANGGAN PERGI TANPA BELI?

Data dari statista, menunjukan alasan utama, mengapa calon pembeli pergi:

Data diatas hanya data kasar sebagai landasan bagi kita pemilik toko online untuk melakukan optimasi situsnya.
Di situs ini ada penjelasan yang cukup lengkap: The Mega Guide to Reducing Shopping Cart Abandonment https://vwo.com/blog/ecommerce-shop…
Lakukan A/B Testing

Salahsatu teknik untuk memperbaiki nya adalah dengan melakukan A/B Testing:
Dalam dunia marketing, A/B Testing atau split testing dipakai untuk melakukan tes efektifitas komposisi dari tampilan situs, landing page, atau materi iklan seperti ad copy, layout, gambar dan warna.
Untuk mendapatkan komposisi yang paling optimal dalam mempengaruhi buying decision pengunjung.
Ini adalah salahsatu contoh A/B Testing:

Tampilan awal (Red button dengan Cart Icon), dibandingkan efektifitasnya dengan 2 tampilan lain (Cart & Add To Cart).
Setelah dilakukan Split Test, maka didapat pemenangnya adalah layout ditengah yang menggunakan Red Button dengan Text “Add To Cart” dengan peningkatan konversi sebesar 49% dibandingkan dengan versi awal nya.
Quicsprout.com memberikan penjelasan terperinci terkait A/B Testing: A/B Testing For Beginners: 70 Resources to Get You Started https://www.quicksprout.com/2014/11…

meningkatkan penjualan bisnis online

BAGAIMANA MENGEMBALIKAN PELANGGAN YANG PERGI?

Ok, kita kembali ke masalah awal,
Jika menurut Adroll Hanya 2% saja shopper yang melakukan pembelian saat kunjungan pertama ke situs kita, dan sisanya, yang 98% pergi meninggalkan kita.
Lalu bagaimana kita bisa memaksa yang 98% agar datang kembali ke website kita dan melakukan pembelian?
Jawabannya adalah retargeting atau remarketing.
RETARGETING/REMARKETING

Pasti kita sering mengalami hal ini.:
“Saat kita masuk ke TokoPedia misalnya, browsing-browsing produk, lalu keluar tanpa beli. Lalu jika kita masuk ke Facebook, atau kemanapun kita browsing, iklan produk tersebut mengikuti kita tanpa bosan… Itulah retargeting”.
Retargeting dilakukan dengan mengunci pelanggan yang pernah mampir di situs kita, lewat cookies atau tracking-pixels tersembunyi dalam situs kita (berupa script/code) yang akan melacak dan mengikuti pengunjung tersebut setelah mereka keluar dari website Anda.
Lalu menampilkan iklan display/banner kepada calon customer tersebut disetiap website yang dia kunjungi.
FB RETARGETING

tips instagram meningkatkan penjualan bisnis online
tips instagram meningkatkan penjualan bisnis online

Facebook retargeting pixel adalah salah satu jenis facebook custom audiences yang bertujuan mentarget pengguna facebook yang pernah berkunjung ke website kita.
Dengan FB Retargeting, kita bisa mendapatkan data dari para calon pembeli, dan me-retarget mereka, saat mereka masuk Facebook. Sangat Powerfull kan….
Calon Pembeli (Prospect)
Prospek masuk ke site kita
Prospek keluar dari situs kita
Prospek di track
Prospek masuk ke Facebook
Facebook menampilkan iklan produk kita
Prospek klik iklan dan kembali ke situs kita.
Dengan teknik inilah kita bisa “memanggil kembali” 98% calon pembeli yang sebelumnya pergi, dengan menawarkan kembali produk kita.
Cara Manual

Proses Retargeting di Facebook bisa dilakukan dengan cara manual, panduan step by step dan videonya sudah disediakan oleh Facebook, disini:
Remarket to website visitors: https://www.facebook.com/business/l…
Custom Audiences from your website: https://www.facebook.com/business/a…
Dengan Tools

Tools untuk Retargeting biasanya disiapkan oleh web penyedia jasa periklanan online. Mereka menyediakan Self-Service Dashboard yang memudahkan proses retargeting atau remarketing:
https://www.adroll.com/

Home Page


http://triggit.com/

Home


Dengan menggunakan tools web based, maka proses retargeting akan jauh lebih mudah. Tentu saja, kita akan dibebani biaya bulanan.
Tools lokal untuk Retargeting?

Seorang sahabat gue, seorang Praktisi dan Facebook Coach yang bertubuh mungil, tetapi sangat berpengalaman, Iqbal Maulana, baru saja merilis Web Based Tools untuk Facebook Retargeting.
Iqbal mengclaim, bahwa semua proses retargeting yang rumit, bisa selesai dalam waktu dibawah tiga menit.
Walau saat gue coba, mungkin karena gue masih cukup awam, dan baru mencicipi tools nya. Gue membutuhkan waktu hampir 10 menit untuk proses nya.
Tapi yang paling powerfull buat gue adalah:
Walaupun cuma jualan lewat Lapak Marketplace (tokped, kaskus, bukalapak, dll) Tetep bisa dapetin data visitor yang datang ke lapak kita untuk nge retarget pembeli…
Anjriit, emang keren ni anak… Yo wes, jadi kelamaan promoin Iqbal. Untuk info lebih lengkap, langsung datengin TKP aje untuk simak demo nya:
http://retarget.site/demo
Semoga notes gue yang sederhana ini bisa sedikit membantu bagi yang membutuhkan informasi. Jangan Lupa, selalu beli yang dibutuhkan, bukan sekedar diinginkan, atau hanya karna ikut-ikutan.
Salam Sukses untuk semua
sumber Rakean Id
Share to care