Investasi Berbisnis

Investasi Berbisnis

Investasi adalah sebuah kata istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan atau ekonomi. Istilah tersebut banyak berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan untuk mendapatkan suatu keuntungan pada masa depan nanti. Terkadang, investasi sering disebut juga dengan penanaman modal. Ini merupakan kebalikan dari divestasi pada aset yang lama.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI istilah investasi atau invéstasi merupakan suatu kegiatan penanaman modal yang berupa uang atau yang lainnya yang ditanamkan pada suatu perusahaan atau sebuah proyek yang bertujuan untuk  memperoleh keuntungan dari penanaman modal tersebut. Jadi secara umum, investasi dapat diartikan sebagai meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi mendapatkan keuntungan atau mendapatkan manfaat untuk masa yang akan datang. Jadi dapat dikatakan bahwa investasi merupakan membeli sesuatu dan mengharapkan pada masa yang akan datang itu dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari awal mula.

Berdasarkan teori ekonomi, kata investasi juga dapat berarti pembelian atau juga produksi dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi juga digunakan untuk memproduksi barang yang akan datang nantinya (barang produksi). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi menjadi lebih besar, di mana tingkat bunganya yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana nanti hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun banyak perusahaan lain yang memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunganya juga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunganya.

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah suatu deposito bank menggunakan tingkat bunga yang lebih tinggi dari sekian tabungan biasa. Jenis investasi ini memiliki tanggal jatuh tempo yang sudah sangat jelas. Jika ingin mencairkan deposito sebelum tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan, maka nantinya akan ada penalti yang diberikan oleh bank. Akan tetapi, jika deposito memang sudah memasuki tanggal jatuh temponya, pastinya sudah memiliki hak untuk mencairkan dana tanpa adanya denda yang diberikan nantinya.

Semakin lama dan semakin besar mendepositokan uang, maka semakin banyak juga bunga yang harus dibayar dari hasil deposito itu. Deposito berjangka seringkali dianggap sebagai salah satu investasi yang memiliki risiko rendah dan terbilang juga cukup aman. Untuk melakukan investasi deposito juga terbilang mudah dan tidak rumit, menjadikan banyak investor pemula yang memulai investasinya dengan menggunakan deposito berjangka ini.

Kelebihan investasi deposito :

1.Keamanan Terjamin

Saat menyimpan uang di dalam rumah dengan jumlah yang banyak itu akan membahayakan baik itu uang anda atau bahkan keselamatan anda. Akan lebih baik menyimpan uang di bank saja, selain tersimpannya uang anda dengan aman, keselamatan anda juga akan aman. Salah satunya bisa dengan memanfaatkan fasilitas deposito. Itu sama seperti menabung biasanya di mana kemanannya bisa dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Jadi nantinya tidak perlu khawatir jika akan terjadi pencurian atau sebagainya, karena uang akan terproteksi keamanannya. Jika nantinya bank mengalami kebangkrutan, maka deposito juga akan tetap aman karena sudah dijamin oleh LPS dengan batas nominal yang sudah ditentukan.

2. Resiko yang Rendah

Untuk yang tidak ingin terkena sembarangan risiko, deposito merupakan pilihan yang tepat dibandingkan dengan menempatkan uang di pasar saham yang harganya nanti akan terus berubah.

Di pasar saham, rasa khawatir karena risiko rugi akan lebih besar dibandingkan dengan penempatan uang di instrumen yang lainnya. Deposito ini tentu saja juga akan aman karena tidak terpengaruh dengan pergerakan pasar dan sistem pengelolaan yang sudah ditetapkan pihak.

3. Pendapatan per Tenor

Pendapatan per tenor juga merupakan keuntungan deposito yang lainnya. Memang akan cukup kesulitan untuk mengambil uang jika waktunya tidak pas. Namun, keuntungan bisa diambil dengan cara menyetor kembali atau mentransfer ke rekening. Sehingga pemilik deposito juga memiliki pendapatan tetap dari bunga tersebut setiap tenornya. Hal ini seperti memberikan modal pada orang lain yang sedang memulai usaha, dan nanti hanya tinggal menikmati hasilnya.

Kekurangan investasi deposito :

1. Pemilik Tidak Terlibat

Dalam deposito, sebagai pemilik dana tidak dapat terlibat dalam pengelolaan dana tersebut. Karena ada pihak bank yang mengelolanya, sehingga pemilik hanya tinggal menikmati hasil bersihnya saja. Tidak mendapatkan keuntungan secara keseluruhan karena harus membayar pajak dan biaya pengelolaan bank atas deposito. Berbeda untuk jenis reksadana atau saham yang bisa membuat terlibat dalam pengelolaannya.

2. Tergerus Inflasi

Nilai uang dari hari ke hari akan terus menurun. Semua itu disebut inflasi, di mana nilai uang menurun bahkan rendah. Maka, bunga dari deposito pun sebenarnya untuk menutup nilai kekurangan tersebut. Sayangnya hal ini membuat pendapatan deposito Anda tidaklah besar.

3. Keuntungan Cukup Rendah

Deposito merupakan investasi yang aman, namun kembali pada prinsip investasi di mana semakin tinggi nilai yang didapat, maka akan semakin tinggi hasil yang didapat pula sejalan dengan risiko yang juga besar.

Tetapi, karena deposito merupakan investasi risiko rendah, maka hasilnyapun tidak akan seberapa dibanding investasi saham dan juga properti yang bisa hingga dua kali lipat dari dana investasi Anda. Jadi, jangan berharap banyak pada deposito untuk masalah keuntungan terutama jika ingin mengelola dana investasi agar menghasilkan return berlipat.

2.  Emas atau Logam Mulia

Investasi emas atau logam mulia dapat dikatakan sebagai salah satu jenis investasi populer yang sangat klasik. Investasi ini telah terkenal dikalangan masyarakat dari zaman dahulu sampai sekarang. Emas biasanya akan mengalami kenaikan harga sebagai respon kejadian-kejadian tertentu yang menyebabkan nilai paper investment  menurun. Harga emas juga dapat melonjak dalam jangka pendek, namun tetap terjaga nilainya dalam jangka panjang. Emas dapat menjadi salah satu investasi yang layak dipertimbangkan. Akan tetapi, harus bersiap untuk menyediakan suatu tempat aman untuk menyimpan setiap emas maupun logam mulia yang sudah dibeli.

3. Properti

Properti juga memiliki fungsi yang serupa dengan nilai properti umumnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini seringkali membuat properti menjadi salah satu pilihan dari berbagai jenis investasi populer yang berjangka panjang. Namun perlu diketahui bahwa selain keuntungan, kerugian melakukan investasi properti juga terlihat sangat mencolok. Properti yang dibeli tentunya juga akan membutuhkan perawatan untuk menjaganya agar memiliki nilai jual yang tinggi pada jangka waktu beberapa tahun kedepan. Jika memilih properti sebagai bentuk investasi, maka ada dua pilihan untuk dapat memperoleh keuntungan. Yang pertama, dapat menunggu sampai nilai properti naik dan kemudian menjualnya. Kedua, properti yang dimiliki dapat disewakan, dimana passive income akan menjadi suatu keuntungan yang sangat menggiurkan tentunya. Namun, pastikan juga dengan risiko kerusakan yang mungkin akan timbul setelah masa sewa usai.

4. Saham

Investasi saham juga dapat dikatakan sebagai jenis investasi investasi populer. Investasi saham biasanya merupakan bentuk kepemilikan sebuah perusahaan. Jika memiliki saham di perusahaan, maka juga berhak untuk mendapatkan bagian dari keuntungan yang didapatkan. Investasi saham cenderung menawarkan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. Akan tetapi, saham akan bersifat high risk dan juga high return. Investasi jenis ini berisiko tinggi untuk dijalankan, harga saham dapat naik dan turun sangat drastis dalam jangka waktu yang cepat.

Investasi saham juga dikategorikan dalam dua macam, yaitu saham dividen dan saham pertumbuhan. Saham pertumbuhan adalah saham di perusahaan yang berkembang pesat. Namun, pertumbuhan saham tidak akan membayarkan penghasilan perusahaan kepada para investor. Perusahaan lebih suka menggunakan pendapatan mereka untuk mengembangkan bisnis, sehingga satu-satunya cara untuk mendapatkan keuntungan adalah dengan menjual saham Anda. Perusahaan akan membayar para pemegang saham dari pendapatan perusahaan. Semakin banyak saham dividen yang dimiliki, maka semakin besar juga porsi dividen yang akan didapatkan.

5. Peer-to-Peer Lending

Jenis investasi populer lainnya yaitu peer-to-peer lending. Bentuk investasi dari peer-to-peer lending, misalnya seperti KoinWord, yang merupakan sebuah online platform di mana pinjaman dana dari pendana yang akan diberikan kepada UKM yang menjadi borrower. Setiap pendana akan mendapatkan suku bunga efektif yang sangat kompetitif, hampir mencapai 21.32% per tahun. Investasi jenis ini juga memungkinkan investor untuk dapat memilih sendiri, tingkatan risiko yang mampu diterima, mulai dari low risk, medium, hingga high risk. Setiap jenis risiko biasanya memiliki bunga kompetitifnya masing-masing.

4 Hal Yang Perlu Dicermati Sebelum Berinvestasi

1. Tujuan kamu Melakukan Investasi

Sebelum melakukan investasi ada baiknya jika kamu merencenakan tujuan investasi yang jelas. Jika kamu memiliki tujuan yang jelas dan dijalankan secara sistemastis maka besar kemungkinan bisnis yang kamu kelola pun akan berjalan dengan lancar hingga mencapai kesuksesan.

Banyak pelaku investasi yang mengalami kegagalan dikarenakan hanya memikirkan keuntungan yang akan diraihnya akan tetapi tidak merencanakan tujuan investasi yang jelas dan sistemastis. Salah satu perencanaan investasi yang baik adalah dengan merencanakan pola keuangan bisnis investasi yang memadai agar bisnis yang kamu jalankan nantinya tidak akan terganggu oleh kendala-kendala keuangan yang tidak perlu

2. Hitung Pendapatan yang di Miliki

Sangat penting untuk mengatur pendapatan yang kamu miliki dengan cara mencatat semua jenis pemasukan keuangan secara rinci. Dengan mencacat semua pemasukan yang kamu miliki tersebut maka kamu akan mengetahui tentang kondisi keuangan kamu.

Jika kamu sudah mengetahui kondisi keuangan dengan baik, maka kamu bisa menyesuaikan banyaknya modal yang akan kamu berikan untuk bisnis kamu tersebut. Pastikan kondisi keuangan kamu ada dalam keadaan yang stabil. Karena jika kondisi keuangan kamu masih dalam keadaan yang tidak menentu maka bisnis investasi yang akan jalankan pun tidak akan berjalan dengan lancar.

3. Hutang Piutang yang di Miliki

Hutang piutang juga merupakan hal yang perlu kamu cermati sebelum melakukan investasi. Banyak para pelaku bisnis yang gagal menjalankan bisnisnya karena mengabaikan hal ini. Dalam dunia bisnis, sangatlah penting untuk memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan dengan cara mengatur strategi yang tepat dan akurat saat akan menanamkan modal investasi.

Jika kamu masih memiliki banyak hutang piutang yang belum terbayarkan maka sebaiknya kamu terlebih dahulu melunasinya, karena bisa jadi hutang piutang tersebut akan menjadi kendala yang dapat mengganggu bisnis investasi yang kamu jalankan.

4. Banyaknya Aset yang di Miliki

Aset berharga yang kamu miliki inilah yang akan menjadi modal awal kamu dalam mendapatkan keuntungan investasi di masa yang akan datang. Semakin banyak aset yang kamu miliki maka akan semakin besar pula keuntungan yang mungkin kamu dapatkan karena kamu tidak perlu mencari sumber dana lain untuk menanamkan modal.

Dengan begitu sangatlah penting untuk memperbanyak aset berharga agar stabilitas bisnis yang kamu jalankan pun akan semakin meningkat. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk memperbanyak aset berharga untuk lebih memudahkan kamu dalam melakukan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *